Agnes Yosina Patiran: Tidak Hanya Punya Mimpi, tapi juga Prinsip

Penulis: Hendra Waromi, Tangguh Field Communications Officer
Tanggal: 6 Juni 2016
Sosok Agnes Yosina Patiran kembali muncul, tidak lagi sebagai aktifis perempuan Teluk Bintuni namun dengan profesi baru sebagai pengusaha asli Papua. Perlahan namun pasti, Agnes merambah dunia jasa konstruksi sembari belajar dari para seniornya.

Agnes, ibu satu anak yang berasal dari Weriagar, mendirikan usaha jasa dan leveransir konstruksi CV. Kembaran Princess pada tahun 2014 setelah dua kali gagal mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. 

Agnes mengikuti pelatihan bagi pengusaha lokal yang diselenggarakan oleh Tangguh LNG bekerja sama dengan Pemda Teluk Bintuni. Pelatihan yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan oleh mentor tersebut semakin memantapkan pilihannya sebagai pengusaha.

”Saya belajar dari nol, mulai dari mengurus administrasi kontrak, perpajakan, invoicing, hingga pelaporan. Hal ini tidak saya dapatkan kalau saya kuliah, tapi puji Tuhan saya peroleh langsung dari orang-orang hebat, para mentor. Saya bersyukur untuk hal ini,” ujar Agnes.

Kini sudah dua tahun berselang, Agnes dipercaya menangani sejumlah pekerjaan dengan nilai kontrak ratusan juta Rupiah. 

“Saya percaya jika ada kemauan, tantangan apapun pasti dapat kita atasi. Sejak  memperoleh pelatihan dari Tangguh, banyak pengalaman berharga yang saya peroleh. Masukan-masukan yang disampaikan dari berbagai pihak untuk kemajuan saya hargai, semua ini membuat saya semakin percaya diri, dan mandiri,” katanya.

“Saya juga termotivasi, sebagai pengusaha asli Papua saya harus buktikan bahwa kami mampu berkompetensi dengan orang lain. Saya akan tetap berada di jalur ini, Hidup itu tidak hanya punya mimpi tapi juga punya prinsip. Semoga semakin banyak saudara-saudara saya mengikuti jejak saya.”