Icha tak pernah menyerah

Penulis: Hendra Waromi, Tangguh Field Communications Officer
Tanggal: 3 Juni 2016
“Halo dengan Icha, ada yang bisa saya bantu?” terdengar suara perempuan yang dengan ramah dan bersahabat menjawab panggilan telepon dari sebagian besar karyawan di Tangguh Site. Bertindak sebagai resepsionis di central building Tangguh Site, Icha bak Yelow Pages Tangguh. Semua nomor telepon kantor sepertinya sudah hafal di luar kepala.

Frice Katoar atau akrab di sapa Icha ini, memang memiliki segudang pengalaman di dunia pariwisata terutama jasa perhotelan. Alumni salah satu sekolah pariwisata di Jayapura ini, sudah bekerja di beberapa hotel berbintang di kota Jayapura sebelum akhirnya hijrah ke Tangguh LNG.

Keputusan bekerja di Tangguh tidak mudah, “tawaran pekerjaan di kota saya lewatkan karena menurut saya bekerja di Tangguh punya tantangan tersendiri,” katanya. 

“Saya mau belajar dan menambah pengalaman kerja saya di industri minyak dan gas, meski pekerjaan saya tidak berkaitan langsung” ungkap Icha.

Disiplin, saling berbagi, dan bersahabat, menjadi rahasia sukses yang diterapkan Icha selama bekerja di Tangguh. 

“Saya tahu hal ini tidak mudah, setiap hari jam 5 subuh sudah harus bangun. Mandi saja harus antri,”ujarnya. Icha sadar pengalaman adalah guru sejati dan dirinya harus memotivasi diri jika mau maju. 

Industri migas mempekerjakan banyak orang dari seluruh nusantara dan dari luar negeri, sehingga dalam pekerjaannya Icha perlu luwes bersosialisasi dan berbahasa asing, minimal Bahasa Inggris.

“Saya bersyukur, bekerja di Tangguh kemampuan bahasa Inggris saya terus di asah,” ujarnya bersemangat.

Sebagai perempuan Papua, Icha optimis melihat perkembangan masa depan perempuan di Papua. 

“Perempuan yang berhasil itu adalah perempuan yang bertanggung jawab terhadap pilihan dan peranannya, baik di lingkup terkecil maupun tengah-tengah masyarakat; baik sebagai ibu rumah tangga atau wanita karier,” kata Icha. 

“Dia  tetap menunjukan professional dan dedikasinya. Mencerminkan karakternya yang kuat, mandiri, bijaksana namun tetap rendah hati,” tuturnya.

Menurut Icha, ayahnyalah yang selama ini memberi motivasi agar terus maju, tidak mudah berpuas diri ataupun menyerah, dan agar selalu mengucap syukur.

”Papa bilang, semua yang kita peroleh adalah karena campur tangan Tuhan, tanpa Tuhan kita tidak ada apa-apanya,”ungkapnya.