BP Goes to Campus 2014

Tanggal: 14 November 2014
Menarik minat pelajar dari Papua dan Papua Barat agar tertarik dengan bidang-bidang teknik, seperti yang nantinya akan dibutuhkan oleh LNG Tangguh, merupakan bagian dari upaya BP untuk memenuhi komitmen 85% pekerja Papua di LNG Tangguh pada tahun 2035 sebagaimana dipaparkan dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Dipimpin oleh Tim Papuan Development, BP tiap tahunnya mengunjungi sekolah-sekolah di Papua untuk mengadakan kuliah umum tentang minyak dan gas kepada para pelajar yang tertarik di sekolah-sekolah tersebut. Berawal dari bulan Mei tahun ini hingga Oktober 2014 tim ini akan mengunjungi Merauke dan Jayapura di Provinsi Papua, serta Sorong dan Manokwari di Provinsi Papua Barat.

Pada bulan Mei, Papuan Development Manager BP, Robert Tontey, memimpin tim dalam presentasi di Universitas Musamus Merauke (Unsamus), dengan menampilkan presentasi Rotating Equipment Engineer George Saa. Tim kemudian mengunjungi SMU 3 Buper dan Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura.

BP Asia Pacific Regional Technical Authority for Civil and Structures, Mutiara Oendang, memimpin tim yang terdiri dari Ahli Geologi Yanto Kambu and DCS Technician Yunan Waromi. Para pelajar yang hadir dalam sesi di Uncen ini merupakan campuran dari mahasiswa geologi dan geofisika dari Uncen, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), serta dari Universitas Ottow Geissler.

“Sejak awal presentasi kami menyampaikan bahwa tujuan kedatangan kami adalah untuk berbagi pengetahuan praktis dengan para pelajar, apa yang BP kerjakan di Papua, serta persyaratan yang kami butuhkan dalam tenaga kerja LNG Tangguh di masa depan. Kami memiliki harapan yang besar bahwa mereka akan mampu mengisi posisi-posisi itu nanti, jika mereka memenuhi persyarakat kami,” kata Mutiara.

Tanggapan dari presentasi yang diberikan sangat menggembirakan, kata Mutiara, dan banyak pertanyaan teknis yang disampaikan, sehingga sesi yang awalnya dijadwalkan selama dua setengah jam, molor menjadi hampir empat jam.

Di SMU 3 Buper, Mutiara sangat gembira melihat antusiasme peserta, yang kebanyakan terdiri dari pelajar kelas 12 dan beberapa pelajar kelas 10 yang berasal dari kampung-kampung terdekat LNG Tangguh.

Dari pengamatannya, banyak pelajar Papua yang secara alamiah berbakat walau menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur, namun mereka kebanyakan tidak memiliki pengetahuan banyak tentang ilmu-ilmu teknik selain pertambangan.

“Maka sesi-sesi tentang teknik permukaan bumi mungkin akan bermanfaat untuk membuka wawasan dan pikiran,” katanya.

Awal bulan ini, sebuah tim yang dipimpin oleh Instrument and Control System Regional Technical Authority Edwin G. Dewayana, dengan dukungan Ahli Geologi Samuk Franklyn Konyorah dan Rotating Equipment Technician Niko Anari, melaksanakan kuliah umum di SMA St. Agustinus, Universitas Victory dan Universitas Muhammadiyah Al-Amin, semuanya terletak di Sorong.

Di SMA St. Agustinus, sekitar 150 siswa kelas 12 menghadiri sesi yang terdiri dari perkenalan perusahaan dan kegiatan kita di Indonesia, Program Papuan Development serta sekilas tentang karir di bidang Surface Engineering.

Menurut pengamatan Edwin, kompleksitas pertanyaan yang diangkat oleh para siswa menunjukkan ketertarikan dan kecerdasan mereka yang tinggi, yang keseluruhannya hadir hingga akhir acara.
Di Universitas Victory sesi digabung dengan seminar yang diselenggarakan Departemen Geologi dan dihadiri oleh mahasiswa teknik dari Universitas Victory maupun dari Universitas Kristen Papua (UKiP). Sekitar 100 mahasiswa hadir dalam seminar tersebut, yang secara formal dibuka oleh rektor Universitas Victory.

Mahasiswa teknik dari Universitas Muhammadiyah Al-Amin bergabung dengan mahasiswa dari departemen-departemen lain bergabung dalam sesi kuliah umum yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2014.

“Para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dan keinginan keras untuk belajar,” kata Edwin. Banyak pertanyaan tentang kesempatan magang dan kerja praktek yang disampaikan pada akhir acara, katanya.

Pada 17 Oktober BP Goes to Campus dilaksanakan di Fakfak di Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) dihadiri oleh lebih dari 50 orang, dan menghadirkan Tangguh Expansion Community Affairs Team Leader Hidayat Alhamid. VP Exploration Soeryowibowo Moektianto memimpin sesi yang dilaksanakan di USTJ di Jayapura dan Universitas Negeri Papua dan SMK Negeri 2 di Manokwari.