BP Serahkan Donasi Berupa Peralatan MCU untuk Bantu Pengembangan RSU Bintuni

Penulis:
Tanggal: 31 Oktober 2013
Dukung pengembangan Rumah Sakit Umum (RSU) Bintuni, manajemen BP serahkan donasi Rp 1.4 milyar. Donasi diserahkan secara simbolis oleh Vice President Operations Asia Pacific, Bapak Andy Thain dan diterima oleh Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Bapak dr. Alfons Manibuy, DESS. bertempat di gedung utama RSU Bintuni.

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Alfons Manibuy, DESS dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap komitmen BP bagi peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Teluk Bintuni. Bupati juga mengajak seluruh staf dan manajemen RSU Bintuni agar memanfaatkan bantuan ini terutama dalam memberikan pelayanan medis yang maksimal bagi masyarakat.

Kunjungan Vice President Operations Asia Pacific Bapak Andy Thain dan rombongan ke RSU Bintuni dipimpin langsung oleh Head of Country BP Indonesia, Bapak Dharmawan Samsu. Meskipun baru pertama kali mengunjungi Bintuni, Bapak Andy Thain mengungkapkan apresiasinya atas sambutan Bapak Bupati Teluk Bintuni yang hangat dan bersahabat. Bapak Andy juga menyampaikan penghargaannya kepada semua staf RSU Bintuni, dan berharap sumbangan yang diserahkan setidaknya dapat membantu peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Setelah bersilaturahmi dengan staf RSU Bintuni, rombongan diajak berkeliling melihat sarana prasarana dan fasilitas yang dimiliki RSU Bintuni, seperti fasilitas rawat inap, unit transfusi darah, unit gawat darurat dan master plan RSU Bintuni.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatangan berita acara serah terima, dan ramah tamah bersama Bupati bertempat di Cafe Tubi.

Donasi BP kepada RSU Bintuni senilai Rp 1.4 milyar terdiri dari sejumlah peralatan medis seperti peralatan medical check up dan peralatan emergency atau HCU (High Care Unit). Semoga dengan bantuan peralatan tersebut diharapkan RSUD Bintuni dapat memberikan pelayanan MCU yang lebih baik dan pelayanan kasus-kasus emergency, serta mensupport dalam persyaratan rumah sakit tipe D, demikian ungkap Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Dr. Andreas Ciokan.

Dr. Andreas menambahkan, sebelumnya pihak Dinkes, BP dan konsultan WJP telah melakukan kerjasama dalam pengembangan RSUD Bintuni, secara khusus pendampingan pengelolaan manajemen dan operasional. Semoga ke depan, harapan dan cita-cita menjadikan RSUD Bintuni sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Provinsi Papua Barat dapat segera terwujud. Hal ini tentu harus didukung oleh peningkatan sarana prasarana, fasilitas pendukung, dan sumber daya manusia yang berkualitas, ujarnya bersemangat.

Artikel pertama kali diterbitkan dalam tabloid Kabar dari Teluk (Kadate) Edisi IV Tahun 2013.