Penghargaan Pemerintah RI atas program anti-malaria

Tanggal: 29 April 2015
Program dukungan Tangguh LNG yang telah membantu menghentikan kematian akibat malaria di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, telah mendapat pengakuan Pemerintah Indonesia melalui penghargaan Inovasi dalam Pelayanan Publik.

Program tersebut telah memberi masyarakat akses lebih baik terhadap klinik kesehatan dan pengobatan di wilayah Teluk Bintuni. Selain tidak ada laginya laporan kematian akibat malaria sejak tahun 2011, kini kurang dari 1% populasi Kabupaten Teluk Bintuni menderita malaria tiap tahunnya, dibandingkan dengan lebih dari 9% masyarakat pada tahun 2006.

Penghargaan Inovasi dalam Pelayanan Publik ini disampaikan kepada Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Alfons Manibui oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam pertemuan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembang) pada 29 April 2015 di Jakarta. Tim Dinas Kesehatan Teluk Bintuni juga diundang untuk lebih lanjut membahas program tersebut dengan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek.

Malaria merupakan penyakit endemik di Papua dan Papua Barat. Pada awal tahun 2000an, BP menemukan bahwa banyak orang tidak memperoleh pengobatan yang tepat dan tidak mengkonsumsi pengobatannya dengan benar.

BP mengembangkan unit kesehatan masyarakat dan melatih penduduk setempat sebagai juru malaria kampung (JRK) yang dilengkapi dengan peralatan tes deteksi darah dan perlengkapan pengobatan. Para JRK bekerja dari rumah mereka.

VP Health BP, Dr. Richard Heron, mengatakan: “Ini merupakan contoh baik lain dari tim kesehatan BP dalam bekerja bersama masyarakat untuk menciptakan program pengendalian penyakit untuk kepentingan bersama. Pendekatan ini mengurangi resiko penyakit terjangkit ke masyarakat dan juga kepada mereka yang bekerja untuk Tangguh LNG.”

Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian investasi sosial BP untuk masyarakat setempat, yang hingga kini mencapai US$25 juta.