Peresmian Unit-unit Usaha Suku Bintuni Bersatu (SUBITU)

Tanggal: 2 September 2015
Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy pada Senin, 31 Agustus 2015 meresmikan tiga unit bisnis lokal, Suku Bintuni Bersatu (SUBITU), sebagai unit bisnis yang sepenuhnya dikelola oleh putra-putri daerah Teluk Bintuni dengan didukung oleh Tangguh LNG melalui Program Pengembangan Kewirausahaan Masyarakat Suku Asli (TIEDP).

Ketiga unit bisnis SUBITU tersebut adalah PT. SUBITU Karya Busana yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan pakaian jadi, PT. SUBITU Karya Teknik di bidang perawatan dan penyedia suku cadang AC dan PT. SUBITU Inti Konsultan yang menyediakan jasa konsultasi dan pelatihan bisnis bagi para pelaku usaha. 

"Saya bangga dengan hasil keterampilan yang ditunjukan oleh adik-adik ini," kata Irene usai kegiatan peresmian, yang sekaligus juga membuka kegiatan temu bisnis serta pameran kerajinan dan industri, yang melibatkan para pelaku ekonomi di sekitar daerah operasi Tangguh LNG dan Kota Bintuni. Irene menyambut positif kerjasama yang telah dibangun antara Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terutama SKPD terkait, dengan Tangguh LNG dan SKK Migas.

Acara peresmian ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali pada tahun 2014 dengan dilakukannya identifikasi tentang potensi unit bisnis strategis yang dapat dikembangkan dan bisa melibatkan masyarakat asli di Kabupaten Teluk Bintuni. Dari proses tersebut dipilihlah bisnis perawatan AC dan bisnis garmen sebagai proyek percontohan. 

Melalui proses penyaringan berhasil dipilih 30 peserta untuk menerima program penguatan kapasitas sumber daya manusia; terdiri dari 20 peserta untuk pelatihan jahit-menjahit dan 10 peserta untuk pelatihan perawatan AC. Ke-30 peserta yang mewakili ketujuh suku besar di Teluk Bintuni tersebut mengikuti pelatihan selama 45 hari masing-masing di Pabrik C-59 di Bandung bagi peserta pelatihan jahit menjahit, dan Yayasan Matsushita Gobel Panasonic di Jakarta untuk peserta pelatihan perawatan AC.

Seluruh tahapan kegiatan dilakukan dengan melibatkan SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, didukung sepenuhnya oleh SKK Migas, serta bekerja sama dengan mitra Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK). 

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen AMDAL Tangguh di bidang pengembangan ekonomi, dan khususnya pemberdayaan dan pengembangan suku-suku asli di Teluk Bintuni. Melalui program ini diharapkan lahir kegiatan wirausaha yang melibatkan masyarakat asli di bidang jasa pembuatan dan penjualan pakaian jadi, perawatan AC, konsultasi dan training bisnis bagi UMKM. 

Tangguh LNG, melalui PUPUK, akan terus melakukan pendampingan teknis dan pelatihan hingga SUBITU dapat mandiri, yang diharapkan terjadi pada tahun 2017.

"Ayo kerja, kerja, kerja," kata Manajemen LNG Tangguh, yang diwakili oleh Tangguh Sustainable Projects Director Panarto Prawirojiwoto, mengutip slogan Presiden RI Joko Widodo, untuk memberi motivasi bagi pengelola unit bisnis.

"Saya mau servis AC dapat dilayani sampai ke Manokwari, minimal di rumah saya. Jadi apakah kalian siap mengerjakan order dari konsumen?" tanya Irene kepada para teknisi perawatan AC.

"Kami siap bekerjasama. Berapa banyak service AC yang Ibu mau untuk kami perbaiki?" jawab salah satu peserta dengan lantang.