Pertemuan TIAP dengan LSM mengangkat manfaat dari dana bagi hasil untuk pendidikan

Tanggal: 13 Mei 2015
Salah satu topik yang dikedepankan dalam pertemuan Tangguh Independent Advisory Panel (TIAP) dengan LSM pada 8 Juli 2014 yang lalu adalah mengenai bagaimana dana bagi hasil (DBH) dari kegiatan minyak dan gas di Papua Barat dapat dan harus digunakan untuk pendidikan.

Rektor Universitas Papua (Unipa) Suriel Mofu mengatakan bahwa dana dari DBH telah memungkinkan universitasnya untuk berkembang ke Sorong dan Raja Ampat, selain juga memungkinkan terjadinya kerjasama dengan Universitas Indonesia untuk Fakultas Kedokterannya. Isu tentang keberlangsungan (sustainability), khususnya keberlangsungan program-program sosial Tangguh di masyarakat, serta program-program lain yang dikembangkan dari hasi DBH, juga menjadi perhatian beberapa peserta pertemuan, termasuk Maryati Abdullah dari PWYP Indonesia.

Sesi di Jakarta ini mengikuti keberhasilan pertemuan-pertemuan TIAP dengan LSM di Washington D.C. dan London pada bulan Juni lalu. Memimpin pertemuan ini melalui video conference adalah Senator Thomas Daschle dari Washington D.C. dan Bapak August Rumansara di Jakarta. Dalam acara tersebut, TIAP mempresentasikan rekomendasinya atas program-program sosial Tangguh, dan BP berkesempatan untuk melakukan presentasi tentang perkembangan operasional dan proyek ekspansi Tangguh, selain juga perkembangan program-program sosialnya. TIAP dan BP juga menjawab pertanyaan dan memberi tanggapan atas input-input dari para peserta.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain LP3BH, Komnas HAM Papua, WALHI, ELSHAM Papua dan FOKER LSM Papua. Juga hadir adalah para pejabat pemerintahan dari SKK Migas, perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika dan Inggris, para akademisi, pebisnis migas serta media.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang TIAP dan laporan yang dikeluarkannya tiap tahun, silahkan kunjungi website kami disini.