Proses AMDAL untuk Kegiatan Pengembangan Tangguh LNG

Tanggal: 7 Januari 2014
Tangguh LNG menempati posisi strategis untuk menjawab kebutuhan energi baik di dalam negeri maupun pasar di Asia. Produksi LNG dari Tangguh saat ini dihasilkan oleh dua kilang LNG yang masing-masing berkapasitas 3.8 mtpa. Kini terdapat sumberdaya yang cukup untuk mendukung pengembangan kilang LNG ketiga sehingga total kapasitas produksi akan menjadi 11.4 mtpa.

Proyek Ekspansi kini berada di tahap Definisi Konsep dan memperoleh dukungan kuat dari semua pemangku kepentingan baik internal dan eksternal (mitra dan Pemerintah Indonesia). Kami bekerja sama dengan SKK Migas, Kementrian Lingkungan Hidup, lembaga-lembaga pemerintahan terkait dan pemerintah setempat agar proses AMDAL dapat berjalan dengan lancar, dengan keterlibatan masyarakat yang terkena dampak.

BP dan mitra-mitranya bekerja untuk memastikan Papua Barat, khususnya kawasan Teluk Bintuni, memperoleh manfaat ekonomis dari berkembangnya kilang LNG Tangguh. Tangguh secara langsung mendukung pembangunan daerah dengan cara meningkatkan program-program sosialnya di bidang pendidikan, kesehatan, mata pencaharian, tata kelola dan hubungan dengan masyarakat; selain juga berkomitmen untuk memenuhi target 85% pekerja Papua dalam kegiatan operasional Tangguh. Hingga kini Tangguh telah berinvestasi lebih dari Rp 250 miliar untuk program sosial terintegrasi sejak dimulainya konstruksi LNG Tangguh pada tahun 2005.

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup).