Tangguh memberdayakan masyarakat asli melalui program pengembangan bisnis

Tanggal: 21 Juli 2015
Karena menyadari bahwa pemberdayaan masyarakat asli merupakan tulang punggung dari keberlanjutan operasinya, ditambah dengan komitmen untuk mendukung perkembangan ekonomi di Papua Barat pada umumnya dan Teluk Bintuni pada khususnya, Tangguh LNG bekerja sama dengan Pemerintah Daerah mendirikan usaha garmen dan perawatan AC yang khusus menargetkan anggota masyarakat asli daerah Teluk Bintuni. Hal ini sejalan dengan komitmen BP yang tertera dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Kedua unit usaha ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan teknis dan manajerial sehingga para peserta mampu mengembangkan usaha mereka setelah kembali ke kampung halaman di Teluk Bintuni. Selain pelatihan teknis, Tangguh juga melakukan pendampingan bisnis pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) baik dari sisi pengelolaan keuangan, pemasaran, administrasi, sampai dengan produksi dan logistik.

Untuk mengembangkan kedua unit bisnis tersebut, kami bermitra dengan produsen pakaian asal Bandung, Jawa Barat, C59, Clothing Co.; sementara untuk pelatihan AC dilakukan oleh Yayasan Matsushita, Panasonic Gobel. Kedua mitra ini bekerja dibawah naungan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) selaku mitra pelaksana Program Pengembangan Kewirausahaan Masyarakat Asli Papua Tangguh LNG.

Selain dari kedua program yang sedang berjalan ini, Tangguh juga berencana mendukung pengembangan UKM di bidang lain, seperti binatu, bengkel perawatan mesin, dan bengkel las. Ini merupakan beberapa jasa yang dilihat memiliki pangsa pasar, tidak hanya untuk kilang Tangguh, tapi juga di wilayah Teluk Bintuni. Apabila masyarakat asli mampu mengelola bisnis-bisnis tersebut dengan baik, maka diharapkan efek turunan dari keberadaan Tangguh LNG dapat dilebarkan ke luar wilayah Teluk Bintuni.

Usaha Garmen

Program pelatihan telah berlangsung dari tanggal 1 Juni sampai dengan 14 Juli 2015. Selama enam minggu, 20 perempuan asal Teluk Bintuni, Papua Barat diterbangkan ke Bandung untuk diberi pembekalan mengenai bagaimana cara membuat garmen dengan kualitas prima. Ke-20 peserta ini mewakili lima dari tujuh suku utama di kawasan Bintuni.

Pada minggu pertama, para peserta diperkenalkan dengan segala aspek usaha pembuatan pakaian, mulai dari produksi sampai dengan pakaian jadi, termasuk pengenalan terhadap berbagai jenis mesin jahit dan teknologinya. Mereka melakukan kunjungan ke beberapa pabrik tekstil dan berkunjung ke daerah perbelanjaan Cihampelas untuk melihat bagaimana hasil akhir dari produk pakaian tersebut dipasarkan. Hal ini sekaligus menjadi motivasi untuk para peserta sehingga lebih terpacu untuk maju. Pada minggu kedua, mereka belajar tentang teori dan praktek pembuatan pola dan optimalisasi hasil produksi. 

Selama pelatihan, dilakukan penilaian yang cermat untuk mengenal kelebihan, potensi, serta minat dari masing-masing peserta. Mereka kemudian ditempatkan di beberapa posisi dalam mata rantai produksi di C59. Diluar waktu pelatihan, para peserta yang berminat ditempatkan di rumah para pekerja C59 untuk bisa merasakan langsung bagaimana menjadi perancang, penjahit dan pemasar pakaian. Hal ini dibutuhkan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam dari sekedar di dalam kelas.

Setelah pelatihan selama 6 minggu, para peserta kembali ke Bintuni untuk memulai UKM pembuatan seragam dan pakaian jadi lainnya untuk kantor pemerintahan daerah, sekolah, dan industri lain di Teluk Bintuni termasuk kebutuhan dari Tangguh LNG. UKM ini akan didaftarkan sebagai Perseroan Terbatas (PT) dan memiliki merek dagangnya sendiri. UKM ini diharapkan dapat mulai berjalan pada tanggal 31 Agustus 2015 dan dapat mulai mandiri pada tahun 2017. Tangguh akan terus melakukan pendampingan teknis dan pelatihan melalui PUPUK.

Usaha perawatan AC

Pertumbuhan ekonomi yang cepat di Teluk Bintuni menimbulkan adanya kebutuhan akan usaha-usaha kecil untuk mendukung roda industri lokal; salah satunya adalah perawatan AC. Kebutuhan akan jasa ini semakin bertambah besar setelah masuknya listrik ke wilayah Teluk Bintuni yang juga didukung oleh Tangguh LNG. Melihat kesempatan ini, Tangguh membawa 10 orang dari Teluk Bintuni untuk ikut serta dalam program pelatihan perawatan AC di Yayasan Matsushita, Panasonic Gobel di Jakarta. Selama 1.5 bulan, mereka diperkenalkan kepada seluruh aspek dari perawatan AC termasuk aspek bisnis di dalamnya.

Seperti halnya usaha pembuatan pakaian, pelatihan perawatan AC ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan para pesertanya, dimana setelah selesai rangkaian pelatihan, mereka dapat mengembangkan UKM yang dijadwalkan dapat mulai beroperasi secara komersil mulai dari bulan September tahun ini.

Manfaat bagi masyarakat tidak berhenti di sini. Para peserta pelatihan nantinya akan memberikan pembekalan kepada anggota masyarakat lain di sekitar kampung mereka, di mana mereka akan memulai lokakarya kecil sebagai sarana pelatihan. UKM yang bertempat di Bintuni nantinya akan berperan sebagai kantor utama yang menaungi jaringan usaha pakaian jadi dan perawatan AC di seluruh Kabupaten Teluk Bintuni dan sekitarnya. Hal ini dilakukan guna memastikan manfaat dapat diterima oleh seluruh masyarakat asli di sekitar Tangguh LNG dimana BP beroperasi

Pemerintahan Teluk Bintuni juga berperan aktif dalam pelaksanaan kedua program ini. Hal ini sejalan dengan pendekatan program sosial Tangguh yaitu “bekerja bersama masyarakat” dalam memenuhi komitmen sosialnya di Papua Barat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Teluk Bintuni, Jamaluddin Iribaram mengatakan dalam sambutannya bahwa "sejarah kini sedang dibuat", dan dinas yang dipimpinnya berkomitmen penuh untuk mendukung, menjaga serta memastikan keberhasilan wirausaha masa depan ini. Jamaluddin juga berjanji akan menjadi kantor dinas pertama yang akan memesan seragam dan meminta jasa perawatan AC dari kelompok ini. Beliau juga berpesan agar dinas-dinas lain melakukan hal yang sama.

"Ini merupakan contoh nyata dari apa yang dapat kita lakukan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat asli dan membawa mereka keluar dari garis kemiskinan. Inilah bagaimana sebuah perusahaan harus bertindak-tanduk, dan saya sangat menghargai BP atas apa yang sudah dilakukannya," ucap Jamaluddin dalam sambutannya di acara pelepasan peserta pelatihan perawatan AC.