TIAP menyelenggarakan pertemuan dengan LSM di Jakarta

Tanggal: 5 Februari 2016
Setelah mengadakan pertemuan dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional di Washington D.C. dan London pada bulan Januari lalu, Tangguh Independent Advisory Panel (TIAP) menyelenggarakan pertemuan serupa dengan LSM-LSM nasional dan lokal Papua di Jakarta pada 4 Feb 2016.

TIAP, yang secara rutin mengadakan review terhadap aspek-aspek non-teknis kegiatan operasional Tangguh menyampaikan laporan terbarunya yang diterbitkan pada bulan Desember 2015. Laporan tersebut merupakan hasil dari kunjungan langsung ke Indonesia pada bulan September 2015, yang mana TIAP bertemu dengan para pemangku kepentingan Tangguh di Jakarta, Jayapura, Manokwari dan Bintuni.

Co-chair TIAP, Augustinus Rumansara, memimpin pertemuan tersebut di Jakarta, bersama Ketua TIAP mantan senator Amerika Tom Dashcle yang terhubung lewat video conference. Diantara LSM yang hadir antara lain Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Conservation International, serta Kemitraan. Perwakilan dari SKK Migas dan Bappenas turut hadir dalam pertemuan tersebut.

BP Regional President Asia Pacific Christina Verchere, BP Indonesia Head of Country Dharmawan Samsu, beserta anggota tim BP Indonesia lain memberikan laporan perkembangan operasional Tangguh, proyek ekspansi Tangguh dan Tangguh Sustainable Development Program (TSDP).
Dalam presentasinya Senator Daschle memuji kinerja BP dalam banyak hal, termasuk profesionalisme yang ditunjukkan para staf BP di Tangguh, serta perhatian dan komitmennya terhadap keselamatan, kualitas dan detail.

Sementara banyak program-program sosial BP yang kinerjanya baik, secara khusus Senator menyebutkan bahwa manfaat yang paling berhasil diberikan BP kepada masyarakat luas adalah dalam hal kesehatan masyarakat. Pembangunan rumah sakit di Bintuni menunjukkan potensi yang besar dalam memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan di wilayah tersebut, selain juga puskesmas di Babo dan Bintuni dan posyandu di kampung-kampung.

Perbaikan lain dapat dilihat pada hubungan BP dengan para pejabat pemerintah setempat. "Para pemimpin di semua tingkatan pemerintah daerah, dari distrik ke kabupaten hingga tingkat provinsi sangat gembira dengan tanggapan dan kinerja BP yang terkait langsung dengan konstituen mereka," ujar Senator Dashcle.

Para peserta pertemuan mengapresiasi laporan TIAP dan cara BP mengelola aspek-aspek non-teknis kegiatan operasional Tangguh. Namun mereka juga menyatakan bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan, misalnya dalam mendukung pemangku kepentingan menyediakan mekanisme yang jelas untuk kompensasi adat, menyediakan pendampingan bagi usaha kecil, serta menyediakan lebih banyak fasilitas dan infrastruktur pendidikan.

Laporan TIAP beserta tanggapan BP tersedia di sini.