1. Beranda
  2. Berita
  3. Siaran pers
  4. BP tandatangani perjanjian kerja sama dengan Garuda Indonesia

BP tandatangani perjanjian kerja sama dengan Garuda Indonesia

Tanggal rilis: 30 Agustus 2018

BALI - BP hari ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. untuk penyediaan alokasi kursi dalam penerbangan rute Jakarta - Sorong dan sebaliknya yang akan digunakan untuk transportasi karyawan proyek Tangguh LNG. Perjanjian ini ditandatangani oleh vice president of procurement and supply chain management BP Indonesia, James Tehubijuluw dan direktur niaga domestik Garuda Indonesia Nina Sulistyowati pada acara General Affairs Forum di Nusa Dua, Bali.

 

Perjanjian ini memberikan alokasi 40 kursi penumpang tetap (hard-blocked) pada penerbangan Garuda setiap hari Senin sampai dengan Sabtu; dan merupakan bentuk kerja sama hard-blocked pertama yang dilakukan Garuda Indonesia dengan perusahaan migas. Hal ini memberikan keleluasaan lebih bagi BP dalam mengatur mobilisasi karyawan.

 

"Kami bangga atas kemitraan bersama dengan penerbangan nasional ini," ucap James. "Terlebih lagi, perjanjian ini merupakan bentuk dukungan terhadap usaha pemerintah dalam meningkatkan keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN) dalam kegiatan hulu migas. Kami juga berharap Garuda Indonesia memiliki standar yang tinggi terhadap aspek keselamatan sejalan dengan nilai-nilai keselamatan operasi kami."

 

Penandatanganan ini disaksikan oleh wakil kepala SKK Migas, Bapak Sukandar yang pada pagi harinya telah membuka secara resmi acara General Affairs Forum 2018. "Kami senang karena perjanjian kerja sama ini akan meningkatkan keikutsertaan BUMN dalam sektor hulu migas. Kami harap kerja sama ini akan meningkatkan efisiensi biaya operasional sehingga semakin memberikan keuntungan bagi penerimaan negara," ucapnya.

 

Perjanjian ini dapat terwujud karena perkembangan pesat yang terjadi di Papua Barat selama lima tahun terakhir, terutama dengan telah dibukanya jalur penerbangan langsung Jakarta - Sorong oleh Garuda Indonesia awal tahun ini. Hal ini membuka kesempatan agar operasi Tangguh LNG menjadi lebih berdaya saing dan efisien.

 

Direktur niaga domestik Garuda Indonesia Nina Sulistyowati mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk memaksimalkan pangsa pasar korporasi. "Pasar korporasi merupakan pangsa pasar yang potensial bagi kami, khususnya sektor migas yang tentunya memiliki kebutuhan mobilisasi yang tinggi. Dengan kerja sama ini tentunya akan memberikan nilai lebih bagi kedua pihak, dan diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional BP agar lebih efisien dan terjamin." tambah Nina.

 

BP selaku operator Tangguh LNG merupakan perusahaan di bawah kontrak kerja sama yang kegiatan operasinya di awasi dan diatur oleh SKK Migas sebagai perwakilan pemerintah.

 

-SELESAI-

 

Catatan editor:

Mengenai BP Indonesia

BP memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di Indonesia dan merupakan salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Kegiatan utama BP mencakup eksplorasi dan produksi melalui proyek Tangguh LNG yang mulai beroperasi pada tahun 2009. BP juga hadir di Indonesia dengan bisnis lain, yaitu BP Petrochemicals Indonesia, Castrol lubricants, Air BP-AKR Aviation joint venture dan BP-AKR Fuels Retail joint venture.

 

Mengenai Tangguh LNG

Tangguh dioperasikan oleh BP Berau Ltd. sebagai kontraktor kontrak kerja sama di bawah pengawasan SKK Migas. BP mempunyai 40,22% kepemilikan dalam proyek Tangguh LNG. Tangguh mengoperasikan fasilitas produksi gas lepas pantai yang memasok dua fasilitas likuifikasi gas dengan kapasitas masing-masing 3,8 mtpa. Saat ini, Tangguh sedang mengembangkan fasilitas Train ke tiga dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 3,8 mtpa dan akan membuat keseluruhan produksi tahunan Tangguh menjadi 11,4 mtpa. 75% dari produksi tahunan Tangguh Train 3 akan dialokasikan untuk pasar domestik melalui PLN. Tangguh LNG juga telah menginvestasikan lebih dari 35 juta Dollar Amerika untuk program sosial yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat.