Kilang Tangguh LNG bebas penularan malaria

Penulis:
Tanggal: 2 Agustus 2014
Bagi sebagian besar warga yang tinggal di daerah Indonesia bagian timur pasti sering sekali mendengar kata "malaria". Bagi karyawan LNG Tangguh yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Papua, hal yang paling ditakutkan pertama kali adalah penyakit malaria ini. Hal ini karena lokasi kilang LNG Tangguh di Propinsi Papua Barat termasuk salah satu daerah endemis malaria di Indonesia.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh manajemen LNG Tangguh untuk mencegah terjadinya penularan malaria, sehingga akhirnya saat ini lokasi kilang LNG Tangguh  dinyatakan bebas dari penularan malaria. Sudah empat tahun sejak bulan April 2010, LNG Tangguh tidak lagi mencatat adanya kasus malaria di dalam kilang. Hal ini bisa tercapai karena seluruh pekerja di kilang beserta jajaran manajemennya mempunyai komitmen yang serius dan usaha yang keras dalam mengontrol dan memberantas penyakit malaria.

Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kuman Plasmodium Sp. yang hidup dalam sel darah dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles Sp. betina di malam hari. Ada empat jenis malaria di dunia yang menginfeksi manusia, tetapi yang ditemukan di LNG Tangguh hanya dua jenis yaitu malaria ‘Tersiana’ (kambuhan) dan malaria ‘Tropika’ yang bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. 

Program pengendalian malaria di LNG Tangguh sudah dimulai dari pertengahan tahun 2005 dan sejak itu angka penularan malaria dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. Untuk tahun 2014 ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Invest in the future, defeat malaria” yang artinya berinvestasi demi masa depan, kalahkan malaria. Mudah-mudahan dengan komitment dan kerja keras kita semua baik bumi Papua – Indonesia khususnya dan seluruh dunia bisa terbebas dari penyakit malaria.

Mursalin Arif/ Hendra Waromi