Program Pemagangan Teknisi bagi Masyarakat Papua

BP Indonesia memulai Program Pemagangan Teknisi yang berakreditasi internasional bagi masyarakat asli Papua. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan teknis terkait dengan kegiatan operasional dan perawatan  dalam industri minyak dan gas (migas), serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar Tangguh LNG. 

40 orang dari lebih dari 250 orang pelamar telah dipilih untuk menjalani pelatihan di fasilitas Petrotekno di Ciloto, Jawa Barat. Dari ke-40 peserta tersebut 80% merupakan masyarakat asli Papua yang kebanyakan berasal dari kampung-kampung di sekitar Tangguh LNG, sementara 48% diantaranya merupakan teknisi perempuan.

Memupuk keterampilan untuk masa depan

Dalam menjalankan program pelatihan tiga tahun ini, para teknisi akan mempertajam kemampuan teknis, matematika dan juga meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Mereka akan belajar menumbuhkan etos kerja yang baik, mengikuti prosedur pengawasan pekerjaan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja sehingga mampu menjadi teknisi berstandar internasional dan siap bekerja di Tangguh LNG. 

Bagi para peserta yang baru ditunjuk, program ini juga menjadi pengalaman tak terlupakan. “Program ini amat berarti bagi saya, tidak hanya karena dapat mengembangkan kemampuan sumber daya manusia di Papua namun pada akhirnya juga dapat meningkatkan perekonomian daerah kami”, ujar salah satu peserta, Novita O.K. “Saya bisa belajar Bahasa Inggris sekaligus juga matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan teknologi minyak dan gas bumi.”

Komitmen terhadap masyarakat setempat

Sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Tangguh berkomitment bahwa 85% pekerja Tangguh LNG pada tahun 2029 merupakan orang Papua. “Program Pemagangan Teknisi ini merupakan kunci bagi keberlangsungan operasi Tangguh yang aman dan dapat diandalkan, sementara juga memenuhi komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat sekitar,” Arno Appel, Vice President Operations BP Indonesia menjelaskan.

Program ini juga telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Jamaludin Iribaram yang menghadiri acara peluncuran program ini menjelaskan, “Dengan kehadiran Tangguh LNG, Papua kini menjadi salah satu sumber energi dunia dan di masa depan, bisa menjadi penyedia tenaga kerja andal dunia.”
Tanggal: 21 Maret 2016